Selasa, 25 Maret 2014

SEJARAH SENI ILUSTRASI DI INDONESIA

Istilah ilustrasi berasal dari bahasa Latin Ilustrare yang berarti menjelaskan. Penjelasan ini berhubungan dengan buku pelajaran, buku ilmiah, buku cerita, karya sastra, majalah dan surat kabar. Selain itu ilustrasi dapat berfungsi untuk menghias halaman buku atau majalah dan surat kabar pada kolom-kolom tertentu. Jadi, gambar ilustrasi merupakan karya seni rupa dua dimensi ynag bertujuan utuk memperjelas suatu pengertian

Seni Ilustrasi di Indonesia sudah dikenal sejak lama, hanya tidak dipopulerkan seperti saat ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya gambar-gambar yang terdapat dilembaran daun lontar yang fungsinya juga sebagai penghias. Contoh lainnya yaitu wayang beber. Wayang ini berupa lembaran ilustrasi yang ceritanya dituturkan dimuka umum oleh seorang dalang, bukan dimainkan seperti boneka (wayang kulit dan wayang golek). Sedangkan seni ilustrasi modern seperti yang kita kenal sekarang baru berkembang sejak masa penjajahan Belanda. 

Ketika Balai Pustaka didirikan pada tanggal 22 september 1917 , banyak bermunculan ilustrator dari Indonesiayang bekerja di majalah Panji terbitan Balai Pustaka. Misalnya Ardisoma, Abdul Salam'Kasidi' Nasroen dan sebagainya. Selain itu juga banyak ilustrator Belanda seperti J. Van Der Heyden, Juan Sluiters dan Susan Beynon. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya buku-buku terbitan Indonesia yang menggunakan ilustrator Belanda.

Pada masa pendudukan Jepang, kemajuan pemuda Indonesia pada bidang penulisan dan penerbitan membuat pamerintah Jepang merasa kawatir dan curiga akan terjadinya pemberontakan sehingga dibentuklah badan sensor. Tujuannya agar setiap hasil karya pada pemuda yang keluar sesuai dengan keinginan pemerintah Jepang. Ilustrator yang terkenal pada saat itu adalah Karyono, Norman Carmil dan Surono yang bekerja pada majalah Asia Raya. 

Indonesia mulai membuat ilustrasi untuk uang kertas sendiri pada masa Orde Lama. Dengan kemajuan yang pesat dibidang tehnologi penerbitan dan ilustrasi maka oada tahun 1951 pelukis Oesman Effendi dan ilustrator Abdul Salam dikirim ke Belanda untuk mempelajari cara-cara membuat ilustrasi pada uang kertas, yang nantinya tehnik-tehnik ini akan diajarkan di tanah air. 

Pada masa orde baru ilustrator Indonesia berkembang dengan pesat bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, terutama ilustrasi buku-buku cerita mauoun buku-buku pengetahuan dari berbagai penerbitan. 

Berikut ini adalah ilustrator yang bekerja pada majalah atau koran terbitan Indonesia. Diantaranya : 

- Henk Ngantung, pada majalah Intisari 

- Delsy syamsumar, pada majalah Varia 

- G.M. Sidharta, pada harian Kompas 

- Danarto, Mulyadi W., Ipe Ma'ruf' pada majalah si kuncung 

- Teguh Santoso, pada majalah Tanah Air 

- Cahyono, Adi Permadi, pada majalah Bobo 

- S. Prinka, pada majalah Tempo 

- Prie G.S. Gunawan, pada harian Suara Merdeka dan Cempaka
Read More
0

contoh-contoh seni ilustrasi

Inilah beberapa contoh ilustrasi dari seorang seniman berbakat, Juan Carlos Federico. ilustrasinya menggambarkan sesuatu yang unik dan ternyata benda matipun bisa seperti benda hidup.
ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (1)
ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (2)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (3)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (4)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (5)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (6)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (7)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (8)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (9)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (10)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (11)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (12)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (13)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (14)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (15)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (16)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (17)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (18)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_ (19)

ilustrasi-Juan-Carlos-Federico_
Read More
0

SENI ILUSTRASI


Ilustrasi

Ilustrasi merupakan satu paparan visual yang dipersembahkan samada dalam bentuk lukisan, gambar foto atau karya seni lain untuk menjelaskan maklumat (seperti sebuah cerita, sajak atau rencana akhbar) melalui satu persembahan visual dalam bentuk grafik.  Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya. Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna. Ilustrasi dapat memperjelas teks atau ungkapan  terutama bagi kanak-kanak yang belum mampu membaca.
Threshing of grain. c. 1422-1411 BCE
       Ilustrasi merupakan bentuk visual dari teks atau ungkapan. Dengan menggambarkan suatu adegan dalam sebuah cerita, ianya dapat menerangkan secara umum karakter atau keseluruhan isi cerita. Selain itu, ilustrasi berfungsi untuk menarik pembaca agar tertarik untuk membaca cerita. Sebuah ilustrasi yang dipaparkan dalam sebuah majalah berfungsi sebagai pendukung estetik dari sebuah cerita. Selain fungsi tersebut, ilustrasi juga  dapat mewakili perwatakan  cerita yang ditampilkan, ada korelasi antara visual dan latar belakang cerita.

Fungsi 

Menurut Baldinger (1986:120), ilustrasi adalah seni membuat gambar yang berfungsi untuk memperjelas dan menerangkan naskah. Sedangkan menurut Jan D. White (1982:110) ilustrasi adalah sebuah tanda yang tampak di atas kertas, yang mampu mengkomunikasikan permasalahan tanpa menggunakan kata. Ia dapat menggambarkan suasana, seseorang, dan bahkan objek tertentu agar dapat menarik penggambaran suasana yang dapat membawa pembacanya ke alam cerita. Kemahiran ini tentunya memerlukan ketajaman minda dari seorang ilustrator.
Selain itu, seorang ilustrator harus menguasai anatomi tubuh manusia, binatang, dan bentuk-bentuk benda lainnya secara benar, dan dapat mengatur komposisi yang baik, memiliki gaya atau ciri yang khas agar ilustrasinya menarik, dan menguasai teknik menggambar. Oleh yang demikian, seorang ilustrator harus pandai menggambar, menguasai berbagai macam bentuk benda, anatomi manusia dan binatang, dan mahir dalam menggunakan alat-alat gambarnya, serta menguasai berbagai cara menggambar.
Fungsi khusus ilustrasi antara lain:
  • Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita
  • Memberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah
  • Memberikan bayangan langkah kerja
  • Mengkomunikasikan cerita.
  • Menghubungkan tulisan dengan kreativiti dan individualitas manusia.
  • Memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan.
  • Dapat menerangkan konsep
Ilustrasi berfungsi untuk
  • Menarik perhatian.
  • Merangsang mint pembaca terhadap keseluruhan pesan.
  • Memberikan eksplanasi atas pernyataan.
  • Menonjolkan keistimewaan daripada produk
  • Memenangkan persaingan
  • Menciptakan suasana khas
  • Dramatisasi pesan.
  • Menonjolkan suatu merk atau semboyan dan mendukung judul iklan.
 Ciri-ciri ilustrasi yang baik antaranya
  • Keaslian dan rekaan yang kreatif
  • Kemantapan dan kehalusan gaya melukis
  • Kesesuaian antara ilustrasi dengan teks
  • Boleh mempengaruhi dan menambat hati dan perasaan pelanggan
  • Menggunakan alat dan bahan dengan betul
  • Disesuaikan dengan tema dan tajuk
  • Pengolahan prinsip rekaan yang berkesan.
  • Rupa bentuk ilustrasi ringkas dan mudah diingati, warnanya berkesan.
  • Ciptaan mempunyai pengertian dan mesej yang jelas
Bentuk ilustrasi awal telah digunakan di dalam kerajaan purba Mesir dalam bentuk gulungan daun papyrus dan kertas kulit. Ciri khas ilustrasi tersebut berupa dekorasi naskah dengan pewarnaan, dan gambar dengan hiasan tepi bersalut emas.  Konsep ilustrasi juga awal juga dapat ditinjau kembali ke zaman silam melalui lukisan dinding prasejarah dan konsep tulisan hieroglyph.
Ilustrasi awal tamadun Mesir menggunakan warna dan kertas yang diperbuat dari papyrus 
      Perubahan pesat berlaku terhadap ilustrasi selepas Perang Dunia  Pertama disebabkan kepesatan suratkhabar, majalah, dan buku berilustrasi yang memungkinkan adanya eksperimen teknik oleh pengkarya. Banyak ilustrator yang menjadi kaya dan terkenal. Tema yang mendominasi adalah hasil aspirasi usahawan Amerika ketika itu.
     Di Eropah, seniman pada masa keemasan dipengaruhi oleh kelompok Pre-Raphaelite dan gerakan-gerakan yang berorientasi kepada desain seperti Arts and Crafts Movement, Art Nouveau, dan Les Nabis. Contohnya Walter Crane, Edmund Dulac, Aubrey Beardsley, Arthur Rackham dan Kay Nielsen.
Pada kurun ke 16, sekolah-sekolah seni di Jerman menunjukkan komitmen yang tinggi dalam   penghasilan ilustrasi. Albert Durer, Hans Burgkmair, Altorfer dan Hans Holbein adalah tokoh ilustrasi ukiran. Pada kurun ke 17, dengan diketuai oleh Rembrandt, ilustrasi terus berkembang meliputi pelbagai aspek dan subjek.

Young Hare Albrecht Dürer,1502

Lion resting - Rembrandt 1652


Ilustrasi Maklumat - Carta, rajah, graf
Biasanya ilustrasi maklumat digunakan untuk menerang prestasi sesebuah organisasi korporat. Gambaran untung rugi akan lebih jelas dan mudah dilihat untuk membuat perbandingan melalui persembahan rajah-rajah yang berkesan.
Ilustrasi jenis lain seperti peta jalan, topografi, rajah, dan gambar yang menerangkan sesuatu situasi serta keadan atau faktor-faktor yang memberi maklumat juga boleh digolongkan dalam kumpulan ini.
Digunakan untuk menerangkan kedudukan perniagaan sesebuah organisasi korporat
Berfungsi sebagai sumber maklumat yang dipaparkan dalam bentuk tajah, jadual, carta, peta dan pelan

Dipetik dari Malaysia Property News


ILUSTRASI FESYEN


Salah satu daripada keperluan asas manusia ialah pakaian selain daripada makanan dan tempat tinggal. Tujuan manusia berpakaian adalah untuk menutup tubuh badan yang berfungsi sebagai pelindung dari cuaca, penyakit, haiwan dan lain-lain. 
Rekabentuk dan stail pakaian berubah dari satu abad ke satu abad yang lain mengikut adat dan budaya sesetengah masyarakat. Pakaian juga digunakan bagi menunjukkan personaliti seseorang kerana setiap orang mempunyai citarasa yang berbeza.
Pengetahuan tentang evolusi berpakaian adalah penting untuk kita mengetahui asal-usul pakaian yang dipakai sekarang. Terdapat tiga aspek  mengapa manusia perlu berpakaian, iaitu aspek fisiologi, aspek psikologi dan aspek sosiologi.
Ilustrasi fesyen popular sejak 1920an untuk menggambarkan pakaian semasa. illustrasi jenis ini ketika itu tiak mementingkan figuratif dan lebih bertumpu kepada kehalusan dan ketelitian rekaan fesyen. Ilustrasi fesyen moden lebih bergaya. Ketelitian diberi kepada posisi tubuh figura untuk memberi kesan visual yang unggul pada rekaan pakaian.
Ilustrasi fesyen juga mengaplikasikan pelbagai alat, bahan, media, dan teknik selain daripada pensel, pen, dakwat yang digunakan pada peringkat awal. terdapat juga ilustrasi bagi fesyen rambut, kasut, dan sebagainya.
Ilustrasi fesyen adalah seni yang unik. Pembuatanya memerlukan keseimbangan antara gambar dan rincian pakaian yang utuh. Inilah sebabnya mengapa ilustrasi fesyen termasuk keterampilan yang cukup sulit untuk dikuasai.
Salah satu bidang kerjaya yang memenlukan kreativiti seseorang individu itu ialah bidang seni reka fesyen. Dunia bidang fesyen sentiasa berubah mengikut perkembangan masa. Pada hari ini kita boleh lihat pelbagai jenis fesyen direka bentuk dan dicipta.
   Bidang ini sebenarnya bukanlah bidang yang menjadi ajaran monopoli kaum wanita, sebaliknya boleh diceburi oleh kaum lelaki juga. Ramai juga pereka fesyen lelaki yang terkenal dan berjaya, dalam dunia rekaan fesyen masa kini sama ada di Malaysia bahkan di peringkat antarabangsa.
   Kemahiran dalam mencipta fesyen yang disesuaikan dengan pemilihan jenis kain serta padanan warna yang betul sudah tentu akan nampak menarik jika dipakai oleh pemakainya.
  Misalnya, kebaya labuh yang menggunakan fabrik sutera dengan motif beranika,
dipadankan dengan selendang bersesuaian warna, sudah tentu penampilan pemakainya begitu anggun sekali. Dalam hal ini, seorang pereka perlu mempunyai kemahiran dan keupayaan memilih warna dalam membuat rekaan fesyen agar sesuai untuk dipakai mengikut masa dan persekitaran. Jika tersalah pilih akan  menampakkan kejanggalan kepada si pemakai.
  Pereka fesyen perlu mengetahui tentang keseluruhan jenis pakaian, jenis kain dan fesyen  sama ada untuk lelaki, wanita atau kanak-kanak yang mempunyai pelbagai citarasa dan minat. Pereka faesyen yang baik sudah tentu dapat memenuhi mengikuti kriteria seperti di atas.
  Sebenarnya, tugas seorang pereka fesyen ialah untuk menghasilkan idea dan lakaran menarik sesuatu fesyen yang diciptanya. Selain itu, untuk mencetuskan idea dan kreativiti yang menarik, sudah tentu tugas mereka memerlukan masa yang panjang dalam menghasilkan sesuatu fesyen itu.
Read More
0

Seni Tari dan Drama, Seni Pertunjukan : Pengertian, Contoh, Macam-macam, Modern, Tradisional


Artikel dan Makalah tentang Seni Tari dan Drama, Seni Pertunjukan : Pengertian, Contoh, Macam-macam, Modern, Tradisional - Dalam bahasa Inggris, seni pertunjukan dikenal dengan istilah perfomance art. Seni pertunjukan merupakan bentuk seni yang cukup kompleks karena merupakan gabungan antara berbagai bidang seni. Jika kamu perhatikan, sebuah pertunjukan kesenian seperti teater atau sendratari biasanya terdiri atas seni musik, dialog, kostum, panggung, pencahayaan, dan seni rias. Seni pertunjukan sangat menonjolkan manusia sebagai aktor atau aktrisnya. Seni pertunjukan dibagi dua yaitu seni pertunjukan tradisional dan seni pertunjukan modern atau yang muncul belakangan ini. Apabila dilihat dari perkembangannya akan terlihat bahwa seni pertunjukan tradisional kalah berkembang dengan seni pertunjukan modern. Apabila tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin seni pertunjukan tradisional tersebut akan hilang.

A. Seni Pertunjukan Tradisional

Di dalam setiap pementasannya, beberapa bentuk kesenian tradisional selalu membawa misi yang ingin disampaikan kepada penonton. Misi atau pesan itu dapat bersifat sosial, politik, moral dan sebagainya. Sebenarnya dalam setiap pertunjukan seni tradisional ada beberapa nilai tertentu yang dikandungnya. Seni pertunjukan tradisional secara umum mempunyai empat fungsi, yaitu fungsi ritual, fungsi pendidikan sebagai media tuntunan, fungsi atau media penerangan atau kritik sosial dan fungsi hiburan atau tontonan.

Untuk memenuhi fungsi ritual, seni pertunjukan yang ditampilkan biasanya masih berpijak pada aturan-aturan tradisi. Misalnya sesaji sebelum pementasan wayang, ritual-ritual bersih desa dengan seni pertunjukan dan sesaji tertentu, pantangan-pantangan yang tidak boleh dilanggar selama pertunjukan dan lainlain. Sebagai media pendidikan, pertunjukan tradisional mentransformasikan nilai-nilai budaya yang ada dalam seni pertunjukan tradisional tersebut. Oleh karena itu, seorang seniman betul-betul dituntut untuk dapat berperan semaksimal mungkin atas peran yang dibawakannya. Seni pertunjukan tradisional (wayang kulit, wayang orang, ketoprak) sebenarnya sudah mengandung media pendidikan pada hakikat seni pertunjukan itu sendiri, dalam perwatakan tokoh-tokohnya dan juga dalam ceritanya. Misalnya pertentangan yang baik dan yang buruk akan dimenangkan yang baik, kerukunan Pandawa, nilai-nilai kesetiaan dan lain-lain.

Pada masa sekarang ini seni pertunjukan tradisional cukup efektif pula sebagai media penerangan ataupun kritik sosial, baik dari pemerintah atau dari rakyat. Misalnya pesan-pesan pembangunan, penyampaian informasi dan lain-lain. Sebaliknya rakyat dapat mengkritik pimpinan atau pemerintah secara tidak langsung misalnya lewat adegan goro-goro pada wayang atau dagelan pada ketoprak. Hal ini disebabkan adanya anggapan mengkritik (lebih-lebih) pimpinan atau atasan adalah “tabu”. Melalui sindiran atau guyonan dapat diungkap tentang berbagai ketidakberesan yang ada, tanpa menyakiti orang lain.

Sebagai media tontonan seni pertunjukan tradisional harus dapat menghibur penonton, menghilangkan stres dan menyenangkan hati. Sebagai tontonan atau hiburan seni pertunjukan tradisional ini biasanya tidak ada kaitannya dengan upacara ritual. Pertunjukan ini diselenggarakan benar-benar hanya untuk hiburan misalnya tampil pada peringatan kelahiran, resepsi pernikahan dan lain-lain.

B. Seni Pertunjukan Modern

Contoh pertunjukan modern antara lain drama, opera, fragmen, teater, dan film. Seni pertunjukan modern banyak ditampilkan di media elektronik seperti televisi.

Seni pertunjukan meliputi seni tari, seni drama, dan seni musik.

1. Seni Tari

Apakah Anda mengenal seni tari? Menurut Curt Sach dalam World History of The Dance, tari adalah gerak yang berirama. Menurut Corrie Hartong tari adalah gerak gerik badan yang diberi bentuk dan irama di dalam ruang.

Secara sederhana tari adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak tubuh manusia yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu. Dalam seni tari, unsur utamanya adalah gerak, dan unsur terpenting lainnya adalah irama. Di Indonesia terdapat berbagai macam tari yang berasal dari berbagai daerah.

Berikut akan kalian pelajari satu persatu.

a) Tari Saman

Tarian ini mempunyai komposisi khas, berasal dari beberapa daerah Propinsi Aceh seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Aceh Barat. Tarian ini dilakukan secara berkelompok, sambil bernyanyi dengan posisi duduk berlutut dan berbanjar/bersaf tanpa menggunakan alat musik pengiring. 

Bentuk tarian ini banyak memainkan tangan yang ditepuktepukkan pada berbagai anggota badan yang dihempaskan ke berbagai arah dan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syeh. Tarian ini mempunyai bentuk sajian dominan berupa gerak langkah kaki yang lincah seperti berlari, dan sangat dinamis.

Karena kedinamisan geraknya, tarian ini banyak dibawakan/ditarikan oleh kaum pria, tetapi dalam perkembangannya sekarang tarian ini sudah banyak ditarikan oleh penari wanita maupun campuran antara penari pria dan penari wanita. Tarian ini ditarikan oleh kurang lebih 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.

b) Tari Tor-Tor

Tarian ini termasuk tari hiburan dari Sumatera Utara. Tari ini disajikan sebagai hiburan selingan upacara adat. Ragam geraknya sangat sederhana, pola gerak banyak meniru gerakan binatang, misalnya walang kekek yang dalam bahasa daerah disebut balanghua. Iringan yang digunakan adalah Gondang Simalungun.

c) Tari Sriwijaya

Tarian ini berasal dari Sumatera Selatan dan merupakan tari tradisi yang saat ini masih dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Sriwijaya. Tarian ini biasanya digunakan pada acara penyambutan tamu agung kerajaan tersebut.

d) Tari Payung

Tari ini berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Pada dasarnya tarian ini dibawakan secara berpasangan antara penari pria dan penari wanita, dengan menggunakan payung. Gerakannya merupakan aspek kehidupan para remaja yang ada di daerah tersebut. Musik pengiring aslinya menggunakan Talempong dan Saluang, tetapi pada masa kini sudah banyak diiring dengan instrument Barat, seperti orkes Melayu. Lagu-lagu yang digunakan untuk mengiringinya pada umumnya lagu Babindi-Bindi, Singgalang Runtuah, Singgalang Renyai, dan lagu Minang Lenggang.

e) Tari Ya-Fatah

Tari Ya-Fatah merupakan tari rakyat Jambi yang terdapat di desa-desa di sepanjang aliran sungai Batanghari. Tarian ini merupakan sarana pemikat untuk mengumpulkan masyarakat dalam upaya penyebaran agama Islam. Selain itu tari ini juga berfungsi sebagai sebagai pengantar pengantin pria ke tempat pengantin wanita.

f) Tari Tabot

Tari tabot adalah bagian dari upacara Tabot setiap bulan Muharam, berlangsung di kotamadya Bengkulu. Riwayat Tabot erat hubungannya dengan peringatan wafatnya cucu Nabi Muhammad saw.

g) Tari Piring

Tari ini sudah hidup subur di wilayah pesisir selatan dan Sumatera Barat. Penyajian tari ini dilakukan secara berpasangan maupun kelompok dengan ragam gerakan yang sifatnya cepat dan dinamis serta diselingi bunyi piring berdetik yang dibawa oleh para penari. Tarian ini banyak menggambarkan kegembiraan, kebersamaan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat Minangkabau.

h) Tari Zapin

Tari Zapin merupakan jenis tari ketangkasan dan kelincahan gerak yang indah dan berirama. Tari ini pada mulanya berkembang di kalangan santri terutama sebagai pengisi waktu senggang mereka setelah selesai mempelajari ilmu agama dan melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Kalau ditinjau dari ragam gerak dan komposisinya, dapat diduga tari ini merupakan penyesuaian tari-tari kepahlawanan dari Timur Tengah, dan masuk ke Indonesia bersama dengan awal perkembangan agama Islam.

Gerak tari in terutama ditekankan pada kelincahan rentak kaki dan kelenturan tubuh melakukan gerak berputar, maju mundur dengan cepat.Keharmonisan tari ini paling nampak jika ditarikan berpasangan atau oleh beberapa penari yang dijalankan secara serentak dan kompak, cepat, lincah, sehingga mendebarkan hati yang melihat. Penyajian tari ini bisa berpasangan maupun kelompok yang disajikan dengan tempo cepat, lincah, yang ditarikan oleh penari pria dengan mengandalkan irama dari hentakan kaki dan jentikan jari tangan penari tersebut.

i) Tari Penggung Cambai

Penggung artinya pegang, cambai artinya sirih. Tari Penggung Cambai adalah sebuah tarian rakyat daerah Lampung yang menggambarkan tata kehidupan masyarakat terutama tata pergaulan muda-mudi yang menjunjung tinggi adat istiadat. Daun sirih merupakan lambang rasa hormat, hingga sirih (sekapur sirih) sering dipakai dalam acara menyambut tamu agung atau dalam perjamuan kecil lainnya.

j) Tari Cokek

Tarian ini berasal dari DKI Jakarta yang merupakan tari pergaulan. Tarian ini ditarikan berpasangan antara laki-laki dengan perempuan dengan iringan khas musik Jakarta yaitu gamelan Gambang Kromong.

k) Tari Gambyong

Tarian klasik ini berasal dari Surakarta, Jawa Tengah, yang menggambarkan sifat-sifat wanita yang diungkapkan dalam gerak halus, lembut, lincah, dan terampil namun sebagai seorang wanita Jawa tetap menonjolkan keluwesannya. Beberapa contoh tarian ini adalah Gambyong Gambirsawit, Gambyong Pareanom, dan Gambyong Pangkur.

l) Tari Bedaya

Tari Bedaya merupakan tari kelompok dengan komposisi 9 (sembilan) orang penari putri. Komposisi ini mengandung cerita tertentu yang sangat simbolik dan tidak menggunakan dialog. Gerak-geriknya sangat halus dan lembut. Komposisi 9 mempunyai nama sendiri-sendiri, yaitu: Batak, Jangga, Dada, Buncit, Apit Ngajeg, Apit Wingking, Endel Pojok, Endel Weton Ngajeng, dan Endel Weton Wingking. Fungsi tari Bedaya adalah sebagai tari upacara adat kraton, diantaranya Penobatan Raja, Tumbuk Yuswa (Hari Ulang Tahun).
Tari Bedhaya
Gambar 1. Tari Bedhaya. (Flick/mas_mashroel)
m) Tari Remo

Tarian ini menggambarkan karakter penari putri (pada umumnya ditarikan oleh pria yang berbusana putri). Tari in biasa digunakan untuk menyambut tamu. Hadirin yang datang disambut dengan tarian yang lincah dengan menggunakan permainan selendang (remong).

Bentuk tari ini ditandai dengan gerakan lincah dan dinamis. Penari juga membawakan tembang yang isinya mengucapkan selamat datang kepada para hadirin. Dalam perkembangan selanjutnya, tari ini tidak ditarikan perempuan saja, tetapi juga penari pria dengan karakter laki-laki dengan pola gerak gagah. Fungsi tarian ini adalah hiburan, dan pada umumnya digunakan sebagai pembuka pertunjukan teater Ludruk.


Istilah drama berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata dramon yang berarti perbuatan atau gerak. Jadi, drama berarti seni untuk mengungkapkan pekerti manusia melalui perbuatan yang dipanggungkan. Kata/istilah teater menunjuk pada “seni pertunjukan”. Dalam seni teater kehadiran penonton memiliki nilai yang sangat penting. Kerjasama antara pelaku teater dan penonton menjadi inti/hakikat dari pertunjukan teater.

Istilah teater di Indonesia biasa diartikan sebagai seni pertunjukan yang terfokus pada cerita, dialog, dan seni peran (acting). Seni teater termasuk dalam seni multimedia karena menggunakan lebih dari satu media. Seni teater mengungkapkan maknanya melalui bahasa teatrikal (pengalaman teater). Tujuan utama seni teater adalah pengalaman dan kenikmatan teatrikal.

Dengan demikian, secara sederhana dapat kita katakan bahwa seni teater (drama) adalah ungkapan, gagasan, atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak, suara, dan rupa yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

Seni drama terbagi menjadi dua macam, yaitu drama tradisional serta drama modern. Berbagai daerah di Indonesia memiliki bermacam-macam jenis drama tradisional antara lain sebagai berikut.
  1. Lenong ( Betawi )
  2. Kethoprak ( Jawa Tengah dan DIY )
  3. Ludruk ( Jawa Timur )
  4. Cupak Gerantang ( Lombok )
  5. Wayang ( Jawa )
  6. Arja ( Bali )
Yang menonjol di antaranya adalah seni pedalangan atau pewayangan. Wayang dalam arti bahasa berarti bayangan, ialah semacam seni drama, di mana boneka-boneka digerakkan oleh seorang dalang dan bayangan boneka-boneka itu ditangkap di atas kelir. Supaya dapat melihat bayangan wayang itu, maka para penonton harus duduk di belakang layar.

Wayang pada umumnya dimainkan pada malam hari dengan penerangan lampu minyak kelapa yang besar, yang disebut “blencong”. Pertunjukan wayang pada awalnya adalah upacara pemujaan arwah nenek moyang. Boneka wayang adalah lukisan dari nenek moyang yang arwahnya dihadirkan dalam upacara itu. Dalam peranannya wayang adalah perantara (medium) antara dunia nyata dengan alam gaib. Tugas dalang adalah sebagai “syaman”. Upacara pertunjukan wayang mula-mula selalu diadakan di ruangan yang suci dalam rumah orang Jawa yang disebut pringgitan. Ruangan tersebut berada di perbatasan antara pendapa dalem. Sebelum pertunjukan wayang dimulai terlebih dahulu dalang mengadakan upacara keagamaan dengan membakar dupa dan memberikan sesaji.

Pertunjukan wayang sebagai upacara keagamaan disertai dengan musik gamelan yang disesuaikan dengan keadaan alam. Misalnya antara jam 6 sore dan 9 malam bunyi gamelan mengikuti bunyi-bunyian dalam alam yang sedang istirahat menuju ke suasana akan tidur, jadi menyerupai suara angin. Antara jam 9 malam dan jam 2 malam, alam tidur nyenyak maka suara gamelan menjadi lebih berat dan lebih mendalam. Antara jam 2 malam dan jam 6 pagi alam menuju ke suasana bangun, maka bunyi gamelanpun bertambah ramai dan suaranya keras.

Adapun jenis-jenis wayang dan ceritera yang dipertunjukkannya adalah sebagai berikut.

a. Wayang Kulit

Terbuat dari kulit binatang seperti sapi dan kerbau. Wayang kulit juga dinamakan wayang purwa. Kata purwa berasal dari bahasa Sansakerta parwa yaitu bagian dari buku Mahabharata. Cerita wayang kulit diambil dari kitab Mahabharata dan Ramayana, tetapi ceritanya sudah disesuaikan dengan suasana dan kepribadian Indonesia. Sebagai contoh adalah terdapat punakawan (semar, gareng, petruk, dan bagong) yang tidak terdapat dalam Mahabharata dan Ramayana asli.

b. Wayang Beber

Sumber ceritera tetap dari Ramayana dan Mahabharata, tetapi tiap adegan dilukis di kain yang dapat digulung dan dibuka (dibeber). Dalang akan menceritakan jalannya adegan-adegan itu diiringi gamelan.

c. Wayang Krucil (Wayang Klitik)

Disebut demikian karena bentuknya yang lebih kecil dari wayang purwa. Cerita yang dimainkan adalah cerita-cerita dari zaman Majapahit, tetapi cerita-cerita Menak pun juga sering dimainkan.

d. Wayang Gedog

Bentuknya seperti wayang kulit, tetapi bahannya dari kayu. Ceritanya diambil dari zaman Kediri dan Jenggala (cerita panji). “Gedog” artinya kandang kuda, disebut wayang gedog sebab banyak tokohnya yang namanya memakai kata “kuda,” misalnya Panji Kudawanengpati.

e. Wayang Golek

Wayang golek terbuat dari boneka kayu yang dikombinasi dengan kain sebagai pakaiannya. Cerita yang dimainkan mengambil cerita kesusasteraan Islam seperti cerita-cerita Menak. Wayang golek terkenal di daerah Jawa Barat. Musik pengiringnya gamelan diiringi vokal pesinden.

f. Wayang Orang

Sumber cerita diambil dari Ramayana dan Mahabharata. Para pelakunya adalah orang-orang yang berpakaian seperti wayang. Para pemain dapat berdialog langsung sesuai jalannya cerita. Dalang dalam berindak juga sebagai sutradara. Iringan musiknya adalah gamelan.

g. Wayang Suluh

Muncul sejak zaman Jepang dengan maksud memberi penerangan (penyuluhan) kepada rakyat. Sumber cerita diambil dari zaman berdirinya Republik Indonesia dan masa perang kemerdekaan. Tokoh-tokoh wayang bentuknya seperti manusia zaman sekarang, termasuk cara berpakaiannya.


Read More
0
CONTOH SENI TEATER RAKYAT INDONESIA

17 Seni Teater atau Pertunjukan Rakyat di Indonesia


1. Lenong.
Seperti ludruk, hidup di daerah Jakarta.
2. Ludruk.
Hidup di daerah Jawa Timur, ceritanya merupakan kejadian sehari – hari atau mengambil tokoh – tokoh tertentu.

3. Makyong.
Pertunjukan rakyat di daerah Riau, pelakunya memakai topeng dan kuku buatan yang panjang.



4. Mamanda.
Pertunjukan rakyat di daerah Kalimantan, lebih bersifat komedi.

5. Opak Alang.
Kethoprak yang diiringi rebana, di Jawa Tengah bagian utara.

6. Randai.
Nyanyian yang disertai gerak tari dan silat dari daerah Sumatra Barat.
7. Banjet.
Pertunjukan rakyat di daerah Jawa Barat bagian utara.
8. Kethoprak.
Hidup di daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dari sejarah atau babad zaman raja – raja dahulu.

9. Tarling : seperti ludruk, hidup di daerah Cirebon, Jawa Barat.
10. Wayang Golek.
Hidup di daerah Jawa Barat, dimainkan oleh seorang dalang.
11. Wayang Kulit.
Hidup di daerah Jawa Tengah, dimainkan oleh seorang dalang.

12. Wayang Orang.
Hidup di daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dari Mahabarata atau Ramayana.

13. Laes / Sintren.
Permainan rakyat yang mengandung unsur kegaiban, di daerah Jawa Tengah bagian utara.
14. Lengguk.
Seperti rudat, di daerah Jawa Tengah.

15. Reog.
Dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Pemainnya memakai topeng kepala macan, dihiasi bulu merak, sering disertai dengan kuda kepang.
16. Rudat.
Seni tari dan nyanyian yang diiringi dengan rebana di daerah Jawa Barat. Lagu –lagunya berisi ajaran agama Islam.

17. Srandul.
Seperti kethoprak, tetapi lebih sederhana, cukup dimainkan di halamn rumah, hidup di daerah Jawa Tengah.
Read More

Senin, 24 Maret 2014

0
SENI RUPA MURNI
Ragam seni rupa murni di wilayah Nusantara sangat bervariasi jenisnya. Ragam seni rupa murni tersebut dipengaruhi oleh budaya yang ada di masing-masing daerah. Sehingga karya seni rupa tersebut merupakan hasil karya seni rupa daerah setempat. Seni rupa murni merupakan hasil karya seni rupa yang hanya dinikmati keindahannya saja. Sedangkan karya seni rupa terapan merupakan hasil karya seni rupa yang berfungsi sebagai benda pakai untuk kehidupan sehari-hari. Karya seni rupa murni daerah setempat merupakan karya seni rupa yang dihasilkan oleh masing-masing daerah di wilayah Nusantara. Sehingga seni rupa murni ini memiliki sifat kedaerahan atau tradisional.
Seni rupa murni masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut menjadikan karya seni rupa murni daerah setempat memiliki keunikan. Keunikan tersebut dapat berupa tema, corak, teknik, bahan, dan bentuk karyanya. Seni rupa murni daerah setempat merupakan karya seni rupa murni yang memiliki nilai-nilai budaya daerah setempat. Seperti karya seni lukis Ubud (Gianyar, Bali), seni lukis Sokaraja (Banyumas), seni patung Muntilan (Magelang), seni patung keramik (Bantul, Yogyakarta), patung Asmat (Papua),. Masing-masing karya seni rupa murni tersebut memiliki keunikan yang dapat menjadi ciri khas suatu daerah.
 A.   FUNGSI DAN TEMA SENI RUPA MURNI
Seni rupa murni daerah adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya daerah setempat yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Kekayaan seni budaya di wilayah Nusantara mempengaruhi keragaman hasil karya seni rupa daerah setempat. Dari beragamnya karya seni rupa murni di daerah Indonesia dapat dilihat dari fungsi dan tema yang digunakan untuk membuat karya seni rupa murni tersebut.
1.    Fungsi Seni Rupa Murni
Seni rupa daerah menurut fungsinya dapat dibagi menjadi dua yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni atau fine art merupakan karya seni rupa yang berfungsi untuk memuaskan batin atau di dalam penciptaannya lebih mengutamakan nilai keindahannya. Seni rupa murni adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya yang diekspresiakan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Penciptaan karya seni rupa murni atau fine art  biasanya memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini di dasarkan pada tema, corak atau gaya, teknik serta bahan dan bentuk karya seni tersebut.
Sedangkan seni rupa terapan atau aplied art merupakan karya seni rupa yang mempunyai fungsi sebagai benda kebutuhan sehari-hari. Karya seni rupa terapan selain diciptakan sebagai benda praktis juga dapat dinikmati keindahannya.
  • Sebagai sarana ritual keagamaan
  • Sebagai sarana pendidikan moral masyarakat
  • Sebagai sarana pengungkapan ekspresi pribadi.
  • Sebagai sarana untuk mengenang suatu peristiwa tertentu.
 2.    Tema Seni Rupa Murni
Setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda di dalam menjalani hidup ini. Begitu pula saat kita membuat suatu lukisan, masing-masing memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Perbedaan sudut pandang dapat dipengaruhi oleh suasana, waktu, dan kondisi geografis. Pembuatan karya seni rupa pada zaman dahulu, manusia menciptakan karya seni sebagai bentuk sarana ritual keagamaan. Seperti relief-relief pada candi-candi yang menggambarkan kisah manusia dalam ritual menuju ke alam nirwana. Atau bahkan sebagai sarana untuk pembelajaran moral masyarakat setempat. Pembuatan karya seni juga dapat digunakan sebagai pengungkapan ekspresi jiwa yang membuatnya. Ungkapan-ungkapan tersebut di dalam pembuatan suatu karya seni rupa murni dapat menjadi sebuah tema. Tema adalah gagasan, ide, atau pokok pikiran yang ada di dalam sebuah karya seni baik dalam bentuk karya seni rupa dua dimensi maupun seni rupa tiga dimensi. Memahami tema yang ada pada sebuah karya seni rupa murni berarti kita dapat memahami tujuan penciptaan karya seni tersebut. Tema-tema di dalam pembuatan karya seni rupa murni antara lain sebagai berikut.
a.  Hubungan antara manusia dengan dirinya
Seni rupa merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan atau ide dari seseorang. Untuk mengungkapkan citarasa keindahan manusia mewujudkannya lewat media ekspresi. Media yang digunakan dapat berupa suatu karya seni rupa seperti lukisan. Di dalam pengungkapannya tersebut kadang seseorang menggunakan dirinya sendiri sebagai objek lukisannya. Seperti pelukis Raden Saleh, Basuki Abdullah, Affandi, S. Sudjojono, dan Vincent van Gogh.
Potret diri karya Affandi
Potret diri karya Affandi
b.  Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain
Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan citarasa keindahan menggunakan objek orang-orang yang ada disekitarnya. Seperti istrinya, anak-anaknya, orangtua, saudaranya, temannya, tetangganya, kekasihnya, sahabatnya, atau orang-orang yang ada dalam fikirannya.
Lukisan hubungan manusia dengan orang lain
Lukisan hubungan manusia dengan orang lain
c.  Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya
Alam sekitar yang sangat menarik bagi para pelukis untuk mengungkapkan citarasanya, sering dijadikan objek untuk lukisannya. Seperti pemandangan gunung, laut, sungai, sawah, hutan, perkampungan, perkotaan, binatang dan masih banyak lagi alam yang dijadikan objek lukisan. Tokoh pelukis yang sering menggunakan alam sebagai objek seperti Basuki Abdullah, Raden Saleh Bustaman, Dullah, Pirngadi, Henk Ngantung, Wakidi, S. Sudjojono.
Hubungan manusia dengan alam sekitar
Hubungan manusia dengan alam sekitar
Lukisan Realisme
Hubungan manusia dengan alam sekitar
d.  Hubungan antara Manusia dengan Benda
Benda-benda di sekitar kita memiliki keunikan tersendiri bagi para pelukis, sehingga menjadikan benda-benda tersebut menjadi objek lukisannya. Keunikan benda-benda tersebut ada yang berbentuk silindris, kubistis ataupun yang berbentuk bebas.  Bentuk benda tersebut seperti gelas, cangkir, kendi, teko, vas bunga, guci, botol, sepatu, lemari, meja kursi, buah-buahan, bunga.
Hubungan manusia dengan alam benda
Hubungan manusia dengan alam benda
Hubungan manusia dengan alam benda
Hubungan manusia dengan alam benda
e.  Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya
Aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang beragam membuat perupa ingin mengabadikan kegiatan tersebut dalam media lukisnya. Lukisan menjadi sesuatu yang menarik apabila dalam mengambil sudut pandang aktivitas dapat disusun sesuai dengan komposisi dan proporsi yang baik disertai dengan gelap terang yang tepat. Aktifitas manusia seperti kegiatan menari, membajak sawah, berburu, jual beli di pasar, menggembala ternak, dan aktifitas lainnya.
Manusia dengan aktivitasnya
Manusia dengan aktivitasnya
f.  Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal
Ide, imajinasi atau khayalan sering melintas dalam pikiran kita baik secara sadar ataupun saat tidak sadar (saat tidur). Khayalan yang muncul dibenak  perupa kadang diwujudkan dalam suatu karya seni. Hasil karya seni rupa seperti ini sering disebut dengan karya seni surealisme. Karya seni rupa yang dibuat pada dasarnya tidak dapat dijumpai di alam nyata.
Hubungan manusia dengan alam khayal
Hubungan manusia dengan alam khayal
B. RAGAM SENI RUPA
Seni rupa daerah di wilayah Nusantara sangat beragam. Keberagaman karya seni rupa tersebut dapat dipengaruhi oleh wujud dan coraknya. Wujud atau bentuk karya seni rupa murni daerah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu seni rupa dua dimensi, tiga dimensi, dan relief.  Sedangkan corak atau gaya seni rupa murni daerah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu corak tradisional dan corak modern.
1.    Wujud Seni Rupa Murni
Wujud karya seni rupa murni daerah yang ada di wilayah Nusantara dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu seni rupa dua dimensi, seni rupa tiga dimensi, dan seni rupa relief. Dari ketiga wujud seni rupa tersebut dapat mewakili hasil karya seni rupa yang ada di wilayah Nusantara. Hasil karya seni rupa yang ada di Indonesia memiliki nilai seni yang sangat tinggi.
a.   Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja. Karya seni rupa ini berupa bidang datar dan hanya dapat dinikmati dari satu arah yaitu dari arah depan. Seperti lukisan, karikatur, batik, ilustrasi, grafis. Seni rupa murni yang berbentuk dua dimensi adalah lukisan, grafis modern. Nilai-nilai dari karya seni rupa murni tersebut sangat dipengaruhi oleh budaya daerah setempat. Seperti lukisan yang memiliki ciri khas daerah Bali, Jawa, Kalimantan, Papua, dan Sumatra.
Lukisan berciri khas Bali
Lukisan berciri khas Bali
b.   Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau memiliki isi atau ruangan. Seperti patung, bangunan, keramik/gerabah, seni instalasi, dan seni kriya. Seni rupa murni yang berbentuk tiga dimensi seperti seni patung, seni instalasi.
Seni instalasi
Seni instalasi
c.   Seni Relief
Seni relief adalah merupakan perpaduan seni dua dimensi dan seni tiga dimensi. Dilihat bentuknya relief masuk dalam kategori tiga dimensi tetapi kalau dilihat dari sudut pandang masuk dalam kategori dua dimensi, karena hanya dapat dinikmati dari arah depan saja.

Relief batu candi
Relief batu candi
2.    Corak Karya Seni Rupa Murni
Corak atau gaya dalam seni rupa sangat beragam. Keberagaman corak di dalam membuat karya seni rupa karena dipengaruhi oleh pengalaman, pandangan terhadap suatu objek, teknik yang digunakan untuk membuat karya, bahan berkarya, dan cara pengungkapan yang digunakan. Secara garis besar corak atau gaya seni rupa dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu tradisional dan modern.
a.  Tradisional
Corak seni rupa tradisional dan modern  pada dasarnya memiliki kesamaan. Perkembangan corak seni rupa dipengaruhi oleh perkembangan kebudayaan. Pada awal perkembangannya seni rupa tradisional dikerjakan dengan menggunakan teknik yang masih sederhana pula. Sedangkan perkembangan seni rupa di era modern memiliki karya seni rupa yang bercorak modern pula. Corak seni rupa di daerah memiliki corak yang masih tradisional. Corak seni rupa tradisional merupakan corak turun-temurun. Hal ini dikarenakan karya seni rupa yang diciptakannya tidak mengalami perubahan dalam hal corak. Corak seni rupa tradisional dibagi ke dalam dua kelompok yaitu corak primitif dan klasik.
1)  Primitif
Karya seni bergaya primitif memiliki sifat sederhana dalam hal bentuk dan warnanya. Karya seni rupa primitif di Nusantara seperti hasil karya seni patung dari suku Asmat di Papua, di mancanegara hasil karya seni patung suku Amborigin di Australia.
Patung primitif suku asmat
Patung primitif suku asmat
2)  Klasik
Karya seni rupa klasik adalah pada masa kerajaan Hindu-Budha berjaya di wilayah Nusantara. Pada masa klasik ini merupakan masa peralihan dari masa seni rupa primitif menjadi seni rupa yang memiliki corak rumit dan ornamental. Corak klasik ini dipengaruhi oleh budaya India, hal ini dapat dilihat dari karya seni rupa pada candi-candi peninggalan Hindu-Budha.
Relief Candi Borobudur
Relief Candi Borobudur
b.  Modern
Perkembangan kebudayaan mempengaruhi perkembangan karya seni rupa baik di Nusantara maupun di mancanegara. Corak seni rupa di Nusantara banyak dipengaruhi oleh corak dari negara Barat (Eropa atau Amerika). Pada abad ke-18 seniman-seniman di Eropa telah melakukan eksperimen-eksperimen secara individualitas pada bahan, teknik pembuatan dan ekspresi berkesenian sehingga muncul aliran posimpresionisme. Sedangkan di wilayah Nusantara pada abad ke-18 masih bersifat tradisional kerakyatan.
Corak seni rupa di Indonesia terpengaruh dari Eropa melalui penjajahan yang terjadi di Nusantara. Perubahan corak seni rupa tradisional ke seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaruan. Gaya seni rupa ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu gaya representatif, gaya deformatif, dan gaya abstraksionisme (nonrefresentatif).
1)    Gaya Refresentatif
Pengertian refresentatif adalah nyata atau sesuai dengan keadaannya. Gaya seni rupa yang termasuk dalam gaya refresentatif adalah sebagai berikut .
a)   Realisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa yang beraliran realisme antara lain Trubus, Wardoyo, Tarmizi, Jan Mangkit, Dullah, Rembrandt (Belanda).
Lukisan realisme
Lukisan realisme
b)   Naturalisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam. Pelukis beraliran naturalisme adalah Abdullah Suryosubroto, Basuki Abdullah, M. Pirngadi, Wakidi, Claude, Rubens, Constable.
Lukisan naturalisme
Lukisan naturalisme
c)   Romantisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung cerita, baik cerita binatang maupun manusia. Pelukis yang beraliran romantisme ini adalah Raden Saleh, F. Goya (Spanyol), Turner (Inggris), Rubens (Belanda).
Raden Saleh
Lukisan romantisme
2)    Gaya Deformatif
Pengertian deformatif adalah perubahan bentuk dari aslinya, sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya. Yang tergolong dalam gaya seni rupa ini adalah :
a)   Impresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Pelukis yang termasuk dalam aliran ini adalah Claude Monet, Edgar Degas, Aguste Renoir,  Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin, dan S. Sudjojono.
Wisnu Jadmika
Bal au Moulin de la Gallet karya Renoir (1876)
b)   Ekspresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang pelukis yang spontan pada saat melihat objek lukisannya. Pelukis yang beraliran ini antara lain Vincent van Gogh dan Affandi.
Lukisan ekspresionisme
Starry Night karya Van Gogh
c)   Surealisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan. Pelukis yang beraliran ini adalah Salvador Dali.
Surealisme karya Salvador Dali
Surealisme karya Salvador Dali
d)   Kubisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk dasar kubus. Bentuk dasar bidang seperti segitiga, segiempat, lingkaran, jajaran genjang, elips, dan bentuk-bentuk bidang lainnya. Pelukis beraliran ini antara lain Pablo Picasso, But Mochtar, Srihadi, Fajar Sidik, Mochtar Apin.
Lukisan dadaisme
Lukisan kubisme “Friendship” karya Pablo Picasso
e)   Futurisme, yaitu aliran seni lukis yang berusaha menampilkan kedinamisan dan berusaha  mengutarakan gerak dan khayalan masa yang akan datang. Pelukis yang menggunakan aliran ini adalah Gialomo Balla, Umberto Bocciani, Carlo Carra dan Severin.
Lukisan futurisme
Lukisan futurisme
f)    Dadaisme, yaitu aliran seni rupa yang penyajiannya dalam bentuk yang magic, seram, atau mengerikan. Pelukis yang beraliran ini adalah Paul Klee, Paul Gauguin, dan Kurt Scwitter.
Karya seni rupa dadaisme
Karya seni rupa dadaisme
3)    Gaya Abstraksionisme
Gaya abstraksionisme adalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenali. Bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya. Gaya yang tergolong dalam gaya abstrak adalah abstrak ekspresionis  adalah memandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat dihubungkan dengan objek apapun, aliran ini berpendapat bahwa melukis adalah memadukan unsur-unsur gambar berupa garis, warna, bidang dan tekstur dan abstrak geometris, aliran ini menonjolkan bidang yang diisi dengan warna dan dipilah dengan garis-garis tegas. Pelukis yang beraliran ini adalah Wassily Kadinsky (tokoh abstrak ekspresionis), Piet Mondrian, Van der Leek, Malevich (tokoh-tokoh abstrak geometris), Jackson Pollock, Fajar Sidik, But Mochtar, Srihadi, Amry Yahya.
Lukisan abstrak
Lukisan abstrak
C.   MENGAPRESIASI SENI RUPA MURNI
Mengapresiasi adalah memberikan penilaian dan penghargaan terhadap suatu hasil karya seni. Memberikan penilaian dan penghargaan karya seni harus melalui tahap-tahap tertentu agar benar-benar dapat menilai suatu karya secara objektif. Tahap-tahap tersebut seperti pengamatan secara langsung dan mendetail terhadap karya yang diapresiasi, mengetahui tema di dalam karya tersebut, mengetahui corak dalam karya, teknik yang digunakan, bahan yang digunakan, peralatan yang digunakan dan cara mengungkapkan pembuatan karya tersebut. Selain itu mengapresiasi juga harus menguasai seluk beluk tentang karya diapresiasi. Agar kita dapat memberikan penilaian dan penghargaan terhadap suatu karya seni tersebut, maka kita harus mempelajari ilmu yang ada hubungannya dengan karya tersebut.
M. Wisnu Jadmika adalah penulis modul untuk SD, SMP, SMA, dan SMK
M. Wisnu Jadmika adalah penulis modul untuk SD, SMP, SMA, dan SMK
Read More